Ketua PKK Berau: Sinergi dan Edukasi Jadi Kunci Penguatan Peran Posyandu

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Posyandu melalui peningkatan sinergi lintas sektor dan edukasi kepada masyarakat. Hal itu disampaikannya usai pelantikan pengurus PKK Kabupaten, Tim Pembina Posyandu Kabupaten, dan Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat Kecamatan yang digelar pada Senin (16/6/2025) kemarin.

 

Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 49 orang pengurus PKK Kabupaten Berau telah resmi dilantik, sementara di tingkat Kecamatan, 18 Ketua Tim Pembina Posyandu turut diresmikan. Pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.

 

“Dengan pelantikan ini, kami ingin mendorong agar Posyandu lebih aktif, bukan hanya melayani balita tapi juga memperhatikan para lansia. Harapannya masyarakat terdorong untuk datang dan memanfaatkan layanan Posyandu,” kata Sri Aslinda.

 

Ia juga menyebutkan bahwa sebagai Ketua PKK, dirinya otomatis juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Berau. Peran tersebut membawa tanggung jawab besar dalam memastikan pelayanan dasar masyarakat, khususnya melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang melibatkan OPD terkait.

 

Sri Aslinda menggaris bawahi pentingnya perhatian terhadap sarana dan prasarana Posyandu, agar masyarakat merasa nyaman dan terdorong untuk datang.

 

“Jangan kita salahkan masyarakat jika mereka enggan ke Posyandu, tapi kita juga harus evaluasi apakah tempatnya sudah layak, apakah fasilitasnya bersih dan nyaman, terutama bagi ibu hamil dan balita,” ujarnya.

 

Terkait angka stunting di Kabupaten Berau, Ia menyebutkan berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan, prevalensi stunting berada di kisaran 24 persen. Meskipun ada penurunan, pihaknya menargetkan angka tersebut bisa ditekan hingga nol persen ke depannya.

 

“Provinsi menargetkan 11 persen, tapi kita optimis bisa lebih rendah lagi. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya PKK, tapi seluruh unsur termasuk swasta, OPD, dan masyarakat,” tambahnya.

 

Sebagai bentuk upaya aktif, Sri Aslinda menyatakan bahwa PKK telah menjalankan program jemput bola, di mana kader Posyandu mendatangi langsung rumah-rumah warga yang tidak bisa hadir ke Posyandu untuk pemeriksaan balita. Program ini dinilai efektif untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan akses.

 

Tak hanya itu, edukasi kepada orang tua juga menjadi perhatian utama PKK Berau. “Kami ingin orang tua dilibatkan langsung, terutama dalam pengolahan makanan bergizi untuk anak-anak mereka. Edukasi akan terus dilakukan agar anak-anak tidak bergantung pada makanan instan yang kurang sehat,” jelasnya.

Dengan kolaborasi berbagai pihak dan komitmen bersama, PKK Berau berharap peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. (sep/FN)